Percaya Diri (Self Confidence) adalah meyakinkan pada kemampuan dan penilaian (judgement) diri
sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hal
ini termasuk kepercayaan atas kemampuannya menghadapi lingkungan yang
semakin menantang dan kepercayaan atas keputusan atau pendapatnya.
Sedangkan kepercayaan diri adalah sikap positif seorang induvidu yang
memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap
diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya.
Hal ini bukan berarti induvidu tersebut mampu dan kompeten melakukan
segala sesuatu seorang diri. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya
hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan induvidu
terseburt dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan
percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual,
prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.
B. Istilah-Istilah Yang Terkait Percaya Diri
Ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan percaya diri ini. Di sini saya hanya ingin menyebutkan enam saja:
1. Self concept
menunjukkan bagaimana anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan,
bagaimana anda melihat potret diri anda secara keseluruhan, bagaimana
anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.
2. Self
esteem menunjukkan sejauh mana anda punya perasaan positif terhadap
diri anda, sejauh mana anda punya sesuatu yang anda rasakan bernilai
atau berharga dari diri anda, sejauh mana anda meyakini adanya sesuatu
yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri anda.
3. Self efficacy
menunjukkan sejauh mana anda punya keyakinan atas kapasitas yang anda
miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan
hasil yang bagus (to succeed).
Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana
anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan
tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
4. Self
confidence menunjukkan sejauh mana anda punya keyakinan terhadap
penilaian anda atas kemampuan anda dan sejauh mana anda bisa merasakan
adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi
dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005).
5. Self-ideal terdiri dari semua harapan, impian, visi dan idaman anda. Orang yang memiliki self-ideal yang
baik akan membentuk kepercayaan diri yang baik pula. Orang yang tahu
siapa diri mereka dan apa yang dia yakini serta konsisten dengan nilai
ideal yang dianut.
6. Self-image merupakan
bagian yang menunjukkan bagaimana anda melihat diri anda dan pendapat
anda tentang diri anda. Pada bagian ini anda melihat ke dalam diri anda
dan menentukan bagaimana anda sebaiknya bertingkah laku. Self-image akan
mempengaruhi berbagai emosi, perilaku, sikap dan bagaimana interaksi
anda dengan orang lain. Untuk memiliki kepercayaan diri yang baik, anda
harus menciptakan self-image yang baik pula.
Berdasarkan
itu semua, kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa
kepercayaan-diri itu adalah efek dari bagaimana kita merasa, meyakini,
dan mengetahui. Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan
kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki
keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang
kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya. Ketika ini dikaitkan
dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan rendah
atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa bersikap sebagai
berikut :
- Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh.
- Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan.
- Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah.
- Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal).
- Canggung dalam menghadapi orang.
- Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan.
- Sering memiliki harapan yang tidak realistis.
- Terlalu perfeksionis.
- Terlalu sensitif.
Sebaliknya,
orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif
terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya
pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya
kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi
sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa
dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.
Berbagai
studi dan pengalaman telah menjelaskan bahwa kepercayaan diri seseorang
terkait dengan dua hal yang paling mendasar dalam praktek hidup kita.
Pertama, kepercayaan diri terkait dengan bagaimana seseorang
memperjuangkan keinginannya untuk meraih sesuatu (prestasi atau
performansi). Ini seperti dikatakan Mark Twin: “Apa yang Anda butuhkan
untuk berprestasi adalah memiliki komitmen yang utuh dan rasa percaya
diri“. Kedua, kepercayaan diri terkait dengan kemampuan seseorang dalam
menghadapi masalah yang menghambat perjuangannya. Orang yang kepercayaan
dirinya bagus akan cenderung berkesimpulan bahwa dirinya “lebih besar”
dari masalahnya. Sebaliknya, orang yang punya kepercayaan diri rendah
akan cenderung berkesimpulan bahwa masalahnya jauh lebih besar dari
dirinya. Ini seperti yang diakui Mohammad Ali. “Satu-satunya yang
membuat orang lari dari tantangan adalah lemahnya kepercayaan diri.”
Kesimpulan
Bandura (Dr. Albert Bandura, 1994), menjelaskan bahwa self efficacy
yang bagus punya kontribusi besar terhadap motivasi seseorang. Ini
mencakup antara lain: bagaimana seseorang merumuskan tujuan atau target
untuk dirinya, sejauh mana orang memperjuangkan target itu, sekuat apa
orang itu mampu mengatasi masalah yang muncul, dan setangguh apa orang
itu bisa menghadapi kegagalannya.
Tak
hanya Bandura yang kesimpulan semacam itu. Pakar pendidikan juga punya
kesimpulan yang bernada sama. Self efficacy yang bagus akan menjadi
penentu keberhasilan seseorang (pelajar) dalam menjalankan tugas. Mereka
lebih punya kesiapan mental untuk belajar, lebih punya dorongan yang
kuat untuk bekerja giat, lebih tahan dalam mengatasi kesulitan dan lebih
mampu mencapai level prestasi yang lebih tinggi (Pajares & Schunk,
The Development of Achievement Motivation, San Diego: Academic Press,
2002).
C. Membangun Percaya Diri
Dalam
kehidupan, pergaulan merupakan syarat seseorang bisa diterima orang
lain. Tidak mungkin kita bisa berbisnis, bernegoisasi, dan melakukan
deal tertentu tanpa kontak langsung. Sikap kita dalam bergaul
menunjukkan kepribadian. Percaya diri merupakan syarat utama agar kita
bisa diperhatikan. Kepercayaan diri dan kepribadian yang kuat bisa
menunjang seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang di sekitarnya.
Sayangnya tidak semua orang secara lahiriah mempunyai kemampuan itu.
Hanya orang yang mempunyai kepercayaan diri dan kepribadian kuat akan
lebih diterima oleh semua orang dan terkesan berkharisma. Semua orang
berpotensi mempunyai kharisma,dan bisa di pelajari untuk kehidupan
sehari-hari.
Bagi
sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan diri
atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, berikut ini merupakan
tekhnik dan cara meraih pribadi yang percaya diri :
1. Cintailah dirimu
Ketika
seseorang merasa harga dirinya rendah, tentu hal itu akan berpengaruh
terhadap emosinya. Seseorang yang rendah diri, akan selalu merasa tidak
puas terhadap dirinya sendiri, tidak menerima apa yang ada dalam
dirinya sendiri, tidak merasa nyaman dan bahagia dengan dirinya. Hal ini
akan menyebabkan rasa marah dan benci terhadap dirinya sendiri, tidak
menghormati dirinya dan kadang-kadang secara tidak sadar menghukum diri
sendiri. Sifat-sifat seperti ini dapat mengurangi keyakinan seseorang
untuk mencoba sesuatu hal yang baru dalam hidupnya. Hal ini akan membuat
seseorang sering menyalahkan diri sendiri. Akhirnya ia merasa tidak
ada kebanggaan dalam dirinya dan menjadi tertekan.
Jika
hal itu terjadi, bagaimana anda dapat meningkatkan harga diri dan
merasa nyaman dengan diri sendiri. Anda harus sadar bahwa setiap orang
mempunyai kelebihan masing-masing. Tidak ada manusia biasa yang
diciptakan oleh allah swt sempurna dalam semua segi. Kamu harus menata
hati agar menerima diri seadanya dan berdamai dengan diri sendiri
walaupun tidak sempurna. Jika anda berhenti membenci diri sendiri serta
menghargai dan menyayangi diri sendiri, barulah pikiran anda menjadi
lebih terbuka menerima semua perubahan. Hargailah setiap keberhasilan
yang anda dapatkan sekecil apa pun sehingga anda akan terus berusaha.
Hindari mengkritik dan menghukum diri apabila gagal sebaliknya
belajarlah dari kegagalan dengan tenang dan teruslah berusaha.
2. Hadapi dunia nyata
Keberanian
dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa
takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Hadapilah
dunia ini berdasakan pemahaman diri yang objektif atau membaca diri
sendiri, anda bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi.
Dengan demikian, anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan
lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah, ataupun
mengatasi resikonya. Jika anda ingin mengembangkan diri sendiri, pasti
ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri daripada
maju bertumbuh dengan mengambil resiko.
3. Berjalan 25 Persen Lebih Cepat
Gerak
tubuh adalah hasil dari tindakan pikiran. Gerak sempoyongan menandakan
rasa percaya diri mendekati titik nol. Berjalan lebih cepat dari orang
kebanyakan, seakan-akan mengatakan kepada dunia, "Saya harus pergi ke
suatu tempat yang penting, dan ada hal penting yang harus saya
kerjakan”. Hal itu membangun rasa kepercayaan diri.
Tegakkan bahu anda, angkat kepala, bergerak maju sedikit lebih cepat dan
rasakan kepercayaan diri anda berkembang.
4. Tunjukkan apa yang anda banggakan
Kebanyakan
dari kita merasa bahwa kita memiliki kemampuan lebih dari apa yang kita
perlihatkan, tetapi tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan
untuk mengubah keadaan. Hanya keyakinan saja yang bisa mengerahkan
kekuatan atau kelebihan besar yang dimiliki setiap orang. Tanpa
keyakinan, kekuatan atau kelebihan ini tetap terpendam karena tidak
pernah terpanggil. Ingatlah jika ilmu adalah sebuah kelebihan atau
keunggulan, maka berbanggalah anda dengan ilmu.
5. Jadilah diri sendiri dan mandiri
Dalam
hidup ini kita pasti membutuhkan orang lain. Bercermin pada orang lain
yang memiliki kelebihan juga merupakan anjuran untuk bisa meneladaninya.
Tetapi, bukan berarti kita menjadi sama persis dan menjadikan diri kita
sama dengannya. Setiap orang dilahirkan unik dan spesial, dan mempunyai
karakteristik yang berbeda-beda.
Menjadi
manusia mandiri adalah manusia yang akan memiliki harga diri. Kita
diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk mengubah nasib kita sendiri,
berarti kemampuan kita mandiri untuk mengarungi hidup ini merupakan
kunci yang diberikanNya untuk sukses didunia dan akhirat kelak.
Orang-orang
terlatih mandiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri, akan berbeda
semangatnya dalam mengarungi hidup ini dibanding orang yang selalu
bersandar dan bergantung kepada orang lain. Orang mandiri cendrung akan
lebih tenang dan lebih tentram dalam menghadapi hidup ini. Selain dia
siap mengarungi, dia juga memiliki mental yang mantap. Mandiri itu
adalah sikap mental, jadi buat apa harus menjadi orang lain.
6. Jangan kalah sama ejekan orang
Jangan
perdulikan segala ejekan yang kemarin, sekarang, dan suatu saat yang
akan datang menghampirimu. Semua itu bukanlah halangan yang berarti bagi
perkembangan hidup anda yang sebenarnya. Jadikan itu sebuah pijakan
agar anda bisa semakin meningkatkan diri atau mengupdate potensi diri
menjadi semakin lebih baik lagi. Ingatlah bahwa pohon yang berada pada
lingkungan cuaca yang lebih ganas memiliki akar yang lebih menghujam
dibanding pohon yang berada pada lingkungan cuaca yang biasa-biasa saja.
7. Banyak-banyak senyum
Senyuman
merupakan komunikasi non verbal yang menunjukkan kita sebagai orang
yang baik dan ramah. Orang yang sering tersenyum dan selalu tertawa
betapa kita lihat air mukanya terlihat begitu cerah, cara berjalannya
penuh semangat, memiliki banyak teman, dan pada akhirnya banyak
mengikuti berbagai aktivitas hingga terkenal di kalangan teman-temannya.
Senyuman adalah obat yang ampuh sekali untuk kekurangan rasa
kepercayaan diri. Cobalah tersenyum justru ketika anda merasa takut,
niscaya rasa percaya diri akan bertambah dan dengan sendirinya akan
mengurangi rasa ketakutan. Karena sesungguhnya rasa takut dan segan adalah buah dari rasa kurang percaya diri.
8. Masuki lingkungan orang-orang yang percaya diri
Rasa
percaya diri merupakan sifat menular. Artinya jika kita dikelilingi
oleh orang-orang yang memiliki cara pandang yang positif, bersemangat,
optimis, dan sebagainya, maka kita memiliki kecendrungan meniru sifat
tersebut. Karena itu carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk
menjadi sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang
kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang yang percaya diri akan
berbeda di bandingkan dengan orang-orang yang gagal.
9. Pandang semua orang dengan kaca mata yang sama
Tuhan
mencipatakan manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Manusia
telah diciptakan dengan begitu sempurna hingga pantas memegang peranan
sebagai makhluk yang paling mulia di muka bumi ini. Manusia telah
diciptakan sama, kendati ia lahir dari kalangan yang berbeda maupun dari
kalangan yang tidak punya. Pada prinsipnya, manusia adalah sama di mata
tuhan hanya derajat ketaqwaanlah yang membuat dia menjadi lebih dekat
atau jauh dari jangkauan Sang Maha Pencipta.
Dengan memandang semua manusia dengan kaca mata yang sama, percayalah bahwa hidup anda lebih mudah di jalani. Percayalah
bahwa tidak ada aral lintang yang yang berarti di hadapanmu. Percayalah
bahwa segalanya akan menjadi lebih mudah, percayalah bahwa anda bisa.
10. Buang prasangka buruk
Jangan
biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran
tersebut akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan
menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran
negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu.
Untuk
memerangi negatif thinking, selalulah berpikir yang optimis dan gunakan
self affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya
diri seperti ”saya pasti bisa!”
11. Mintalah pendapat orang lain
Sebagai
pribadi kita tidak bisa menilai diri kita sendiri. Apalagi kita tidak
pernah jujur tentang kekurangan kita sendiri. Dengan menyerahkan
penilaian kita kepada orang lain secara objektif, maka akan terlihat
jelas banyaknya kekurangan kita. Jika sudah
ditemukan, akan mudah bagi kita untuk memperbaikinya satu demi satu.
Dengan begitu percaya diri kita pun akan meningkat karena sudah memahami
kekuatan diri sendiri.
12. Percaya diri bukan hanya sekedar fisik
Percaya
diri bukan melulu masalah fisik namun kepercayaan diri muncul karena
kelebihan yang kita miliki. Sebaliknya, rasa rendah diri juga muncul
karena kekurangan yang kita miliki.
Kecakapan
memang harus sering dilatih. Ibarat sebuah mesin yang terbuat dari besi
jika tidak pernah dipakai maka mesin tersebut akan banyak karat dan ini
akan membuat mesin tersebiut tidak akan jalan. Kecakapan juga seperti
itu maka latihlah terus kecakapan yang kita miliki, dan kalau perlu
tambahlah terus kecakapan itu sehingga rasa percaya diri kita pun
meningkat dengan sendirinya.
13. Perluas wawasan
Menambah
percaya diri tidak bisa hanya bernodalkan keadaan lahiriah semata.
Kepala anda juga harus dengan berbagi pengetahuan dan infomasi.
Bersosialisasilah seluas-luasnya, bukan sebanyak-banyaknya. Luas itu
artinya anda bergaul di berbagai macam kalangan, tanpa punya prasangka dan batasan apapun. Semua kalangan memiliki keunikan sendiri. Anda akan menjadi manusia yang lebih terbuka dengan mencoba menyelami aneka rupa kalangan ini.
Kemudian
biasakanlah menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati. Percaya diri
itu bukan berarti anda mengexpose kehebatan pribadi anda. Ingatlah akan
pepatah yang mengatakan, ”Padi yang makin berisi itu makin merunduk”.
14. Praktekkan Berbicara Terus Terang
Dalam setiap kesempatan jadilah sebagai pemecah kekakuan, orang pertama yang memberikan komentar. Ketakutan
mengeluarkan pendapat apa adanya banyak disebabkan oleh kekhawatiran
dalam hati. Ketakutan berbicara sesuai apa yang ada dalam fikiran hanya
akan semakin mengubur keberanian mengeluarkan pendapat yang seterusnya
merasa semakin tidak memadai semakin inferior. Dan setiap gagal
berbicara, kita mengambil satu dosis lagi dari racun kepercayaan menjadi
semakin kurang percaya diri. Sebaliknya semakin banyak berbicara,
semakin besar menambah kepercayaan diri anda dan semakin mudah untuk
berbicara terus terang pada kesempatan berikutnya.
15. Belajarlah untuk lebih komunikatif
Berkomunikasi adalah hal yang pentingyang harus kita lakukan kapan dan dimana saja. Banyak cara mberkomunikasi yang dipilih untuk dilakukan masin-masing orang. Salah
satunya adalah berkomunikasi dengan cara asertif. Selain itu,
komunikasi asertif digunakan sebagai feedback yang efektif. Tujuan cara
berkomunikasi asertif adalah menerima hubungan tanpa melakukan penolakan
terhadap diri sendiri maupunterhadap orang lain.
Singkatnya,
anda harus menaburkan aura percaya diri saat bicara. Karena darin
situlah segala hasil akhir akan ditentukan. Jadi, titik awal anda untuk
semua aktivitas itu adalah rasa percaya diri yang lebih baik.
16. Berhentilah mengeluh
Hidup
ini terasa indah namun, mengapa masih begitu sering kita menemukan
orang yang merasakan hidup ini, penuh kesulitan, dan masalah, sehingga
tiada lagi keindahan dan bumi pun terasa sempit menghimpit. Rahasianya
ternyata terletak pada ketidakmampuan berpikir positif dalam menyikapi
aneka kejadian dan masalah yang menerpa. ”Sesungguhnya Allah tidak
berbuat zalim kepada manusia sedikit pun, tetapi manusia itulah yang
berbuat zalim pada diri mereka sendiri”. (Q.S. Yunus [11] ; 44).
Menjadi
hal yang penting bagi kita untuk selalu menjaga hati agar bersih dan
berpikir positif saat memandang orang lain dan diri sendiri. Berhentilah
mengeluh dan mulailah menyibukkan diri dengan melihat aneka kebaikan
orang lain dan belajarlah mengakui dengan jujur segala kelebihan yang
dimiliki. Sibukkan diri dengan mencari kelebihan yang kita punyai
sehingga waktu yang tersedia pun bermanfaat dengan sebaik-baiknya.
0 komentar:
Posting Komentar